Title : The Formula (ep.1)
Author : Autumn Angel
Cast : Han Eunra
Hwang Jihae
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Genre : AU , Thriller
Author
POV
Sebuah mobil sport bewarna hitam metalik
berhenti di sebuah papan yang bertuliskan ‘Selamat
Datang di distrik 5’. Papan selamat datang itu terlihat sangat rapuh,
kayunya sudah mulai lapuk dan mungkin sebentar lagi akan patah.
“apa ini distrik yang dimaksud oleh Tuan Casey
Kim?”, tanya seorang pemuda berperawakan tinggi yang memiliki nama lengkap Choi
Minho
“sepertinya ini tempat yang benar”, jawab
seorang pria yang memiliki nama lengkap Kim Jonghyun
“hey,, lihat ini seperti sebuah intercome yang biasa ada di
rumah-rumah,,”, kata seorang pria yang bernama Donghae,, “tapi kenapa ini ada
disini?”, gumamnya
Ketiga pemuda itu berjalan menghampiri Donghae
yang masih sibuk dengan kotak yang berbentuk intercome itu.
“hey,, ini masih berfungsi”, kata Donghae
lagi,, saat benda yang mirip dengan intercome itu menampilkan gambar seorang pria
yang memakai baju serta jubah yang bewarna hitam.
“selamat datang,,”, kata seorang pria bertubuh
tinggi
“aku Tan Hangeng,, aku asisten dari Tuan Casey
Kim,, aku tidak menyangka kalau kalian datang secepat ini”, kata pria yang
bernama Hangeng itu
“baiklah,, aku sedang tidak ingin berbasa-basi,,
lebih baik kita memulai permainannya saja,,”, kata pria itu sambil
mengembangkan senyum sinis miliknya,,
“sepertinya ketua kalian ‘Park Jung Soo’ itu
sudah tahu kalau kalian akan di bagi menjadi dua kelompok,, aku ingin pria
bertubuh tinggi yang memiliki badan sedikit berisi itu dan pria yang badannya
juga berisi itu satu kelompok”, kata pria itu menunjuk Kyuhyun dan Jonghyun
“dan kalian berdua,,”, pria itu menunjuk
Donghae dan Minho
“baiklah,, aku akan memberikan perintah
pertama atau level pertama yang harus kalian lewati,, kalian harus memilih
antara distrik 5 dan distrik 6,, lalu masuklah ke distrik itu dan selamat
bermain,, semoga kita bisa bertemu di level berikutnya,,”, layar berubah hitam
Keempat pemuda itu mulai berembuk menentukan
siapa yang ada di distrik 5 dan siapa yang di distrik 6.
“baiklah,, begini saja aku dan Kyuhyun hyeong
akan berada di distrik 6, lalu Donghae hyeong dan Minho di distrik 5”, kata
Jonghyun yang di sambut anggukan dari ketiga temannya itu
“dan sesuai dengan perintah ketua Park,, aku
akan membagi obat ini,, karena tidak mungkin aku memberikan 1 perorang,,
sedangkan kita berada di distrik yang berbeda,,”, ketiga orang itu kembali
mengangguk
“baiklah karena ini ada 8 buah,, aku akan
membagi 4 untuk aku dan Kyuhyun hyeong, lalu 4 untuk kalian berdua dan ini
adalah salaf untuk mengobati luka,, aku harap kalian bisa menggunakannya
sehemat mungkin,, semoga kita bisa bertemu kembali dan jika tidak aku mohon
salah satu diantara kita bisa mengalahkan orang itu dan menyelamatkan semua
orang dari virus berbahaya itu”, kata Jonghyun
“pasti,, kita semua pasti selamat dan akan
kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama seperti biasanya,, baiklah
kalian berhati-hatilah di distrik 6”, kata Donghae sambil memeluk Jonghyun,
Kyuhyun, dan Minho yang di balas oleh ketiga pemuda itu
Tiba-tiba saja, dari arah belakang muncul
sebuah tabung berukuran pas untuk 2 orang. Jonghyun dan Kyuhyun berjalan
memasuki tabung itu. kedua orang itu membalikkan badan melihat kedua sahabat
mereka yang mungkin untuk terakhir kalinya.
Pintu tabung yang terbuat dari kaca itu
tertutup dan masuk kedalam tanah, menghilang begitu saja. Donghae dan Minho
hanya terdiam.
Kedua pria itu berbalik, menghadap ke arah
papan selamat datang tadi. Mereka menyiapkan senjata mereka, lalu berjalan
masuk dengan hati-hati.
“hyeong desa ini terlihat begitu sepi,,”, kata
minho yang masih berkonsentrasi dengan sekelilingnya
“ya,, ini memang sangat sepi,, tapi kita tetap
harus berhati-hati,, jangan sampai lengah, ingat desa ini sudah tersebar virus
itu dan membuat penduduk di distrik ini berubah menjadi mayat hidup”, jelas
Donghae yang juga siaga dengan keadaan sekitanya
-o0o-
Sementara itu Kyuhyun dan Jonghyun, berhenti
di sebuah distrik yang terasa begitu sunyi. Mereka berdua keluar dari tabung yang membawa mereka
tadi. Kedua orang itu tampak menyiapkan senapan mereka.
Kedua pria berwajah tampan ini berjalan dengan
santainya di distrik itu. mereka melewati rumah-rumah yang begitu sepi. Seperti
tak ada penduduk yang menghuni tempat ini.
“hyeong,, suasana di distrik ini sungguh tidak
menyenangkan,, desa ini sangat sunyi dan tak berpenghuni”, kata Jonghyun
“.....”, Kyuhyun hanya diam membisu,,
Pupil mata Kyuhyun mengecil melihat ke subuah pohon yang begitu rindang. Dia berhenti sejenak, menatap
pohon itu fokus.
DOR
“arrggghhh”, sebuah peluru dari senapan
Kyuhyun melesat ke arah pohon itu membuat seorang pria berteriak dan jatuh dari
pohon tempat dia bersembunyi
Jonghyun berjalan kearah tubuh orang yang
masih menggelepar ditanah. Saat Jonghyun mendekat orang itu mencengkram kaki Jonghyun
kuat, segera saja Jonghyun mengeluarkan pisau yang ada di pinggangnya dan
menghunuskan pisau itu tepat di jantung pria itu,, membuat darah menyembur
sempurna mengenai wajah Jonghyun.
“lap wajah mu dengan ini”, Kyuhyun memberikan
sebuah sapu tangan pada Jonghyun, lalu memeriksa tubuh pria yang sudah tidak
bernyawa itu
“pria ini sudah terkena oleh virus itu,, di
lihat dari bentuk wajahnya yang sudah tak beraturan(?) dan kulitnya yang
mengkriput seperti ini,,”, Jonghyun kaget setengah mati saat mendengar diagnosa
Kyuhyun mengenai orang tadi
“lalu aku?”, tanyanya
“tenang saja,, walau virus ini di sebarkan
melalui udara tapi, virus ini akan lebih cepat berkembang saat kita
menyuntikkan cairan ‘Z91X’ itu dan lagi pula bukankah kita sudah di suntikkan
cairan anti biotik,, itu akan menjaga kita tenang saja,,”, jelas Kyuhyun yang
membuat pria bernama Jonghyun itu bernafas lega
Kedua orang itu melanjutkan perjalanan mereka.
menyusuri distrik yang tampak begitu sunyi. tak ada tanda-tanda yang
mencurigakan. Tak ada tanda-tanda kalau ada sekumpulan mayat hidup yang
berkeliaran.
TIT TIT TIT. Jam digital milik Kyuhyun
berbunyi. Segera saja dia menekan tombol bewarna hijau. Munculah sebuah layar
yang tidak terlalu kecil berbentuk pesergi. Layar itu menampilkan seorang pria
berhidung amat mancung dan juga memakai pakaian yang sama dengan pakaian yang
di pakai oleh pria yang bernama Tan Hangeng.
“bagaimana? Apakah perjalanan dari distrik 5
ke distrik 6 menyenangkan?”, tanya pria itu dengan nada sedikit meremehkan,
“aku yang akan menuntun kalian dan memberi perintah di distrik ini,, aku
Zhomi,, ku harap kita bisa lebih dekat di distrik ini”, tambah pria itu
“sudahlah,, langsung ke inti nya saja,, aku
sangat tidak suka berbasa-basi,,”, kata Kyuhyun dengan senyum dan nada yang tak
kalah sinisnya
“ternyata kita memiliki sifat yang sama,
baiklah, aku akan memberikan perintah selanjutnya untuk kalian berdua”, kata
pria itu dengan senyuman misterius miliknya
“apa perintah selanjutnya?”, tanya Jonghyun
“kalian harus mencari rumah kepala distrik
ini, dan kalian harus menemukan sebuah benda yang tercipta dari teka taki, dan
ini teka-teki nya,,”, kata pria itu lagi
‘satukan sebuah ikatan yang telah terpecah belah dan itu
akan memberimu jalan’
“semoga kalian bisa menemukan sesuatu itu,,”,
wajah pria itu menghilang seiring dengan layar yang juga menghilang
“satukan sebuah ikatan yang telah terpecah
belah dan itu akan memberimu jalan,, apa maksudnya?”, gumam Jonghyun tidak
mengerti
“apa ada benda yang seperti itu?”, tanya
Jonghyun pada kyuhyun
“.....”, Kyuhyun hanya diam membisu, mencoba
mencari jawaban akan teka-teki itu
“sebaiknya kita cari saja rumah kepala distrik
itu”, kata Kyuhyun akhirnya
Jonghyun yang masih belum mengerti atau lebih
tepatnya tidak mengerti jalan pikiran Kyuhyun hanya diam dan hanya megikuti
perintah kyuhyun.
-o0o-
Distrik
5
Donghae dan Minho masih berjalan dengan
kewaspadaan tinggi. Sejak tadi keadaan masih terkendali, belum ada tanda-tanda
adanya mayat hidup yang berkeliaran atau pun orang-orang yang mencurigakan.
“hhhhhaaaaaa.......”, Donghae dan Minho
menoleh saat mendengar suara aneh di dekat mereka
Kedua pemuda itu kaget saat melihat seorang
pria yang mukanya terlihat sedikit hancur, membawa pisau sedang berjalan kearah
mereka.
DOR. Satu peluru melesat dari senapan milik
Donghae, peluru itu menembus tepat di jantung pria itu. pria yang di tembak
oleh Donghae jatuh begitu saja.
DOR. Sebuah peluru juga melesat dari senapan
milik Minho saat melihat seorang wanita yang wajahnya di balut perban dan baju
yang di pakaian berlumuran darah. Peluru itu pas mengenai jantungnya.
1...2...3...4.... lebih dari 5 mayat hidup
yang memegang senjata tajam kini berjalan kearah mereka. akibat dari suara
senapan kedua pemuda itu.
“bagaimana ini hyeong? Mereka bertambah
banyak,, apa yang harus kita lakukan?”, tanya Minho yang mulai panik
“kita harus menembak mereka tepat di
jantungnya jika tidak mereka akan tetap hidup,, tapi jika kita berusaha untuk
menembaki mereka terus menerus,, kita tidak akan sempat untuk menambah
peluru,,”, jelas Donghae
Tiba-tiba mata mereka menangkap sesuatu yang
sepertinya menguntungkan. Walau harapan untuk kesana sangat kecil karena banyak
sekali penduduk distrik yang berjalan hendak menghampiri kedua pemuda tampan
itu. dan semua penduduk distrik itu membawa senjata tajam.
“hyeong,, sepertinya kita memikirkan hal yang
sama,,”, kata Minho dan melihat kearah Donghae yang mengembang senyum yang sama
dengan Minho
DOR DOR DOR DOR
1, 2, 5, 10, 15, 20 mayat hidup itu tumbang,
diantara mereka ada yang kepalanya pecah, tanganya terlepas, atau hanya tumbang
begitu saja di tanah. Membuat semburan cairan bebau amis itu tersebar
kemana-mana, begitu pula dengan sobekan-sobekan daging yang juga berserakan.
“kau sudah siap?”, Minho mengangguk mengerti
Donghae berlari ke sisi kanan, lalu mengeluarkan
revolver miliknya dan menembaki mayat hidup yang terus mengincar dirinya. Tak
jarang cipratan darah milik mayat hidup itu mengenai baju, wajah, dan celana
pemuda itu.
Begitu pula Minho yang juga menganti
senapannya dengan revolver. Dia berlari kesisi kiri, dan juga menembaki
beberapa mayat hidup yang mengincar dirinya. Pemuda itu memutar lalu berlari
ketitik yang juga di tuju oleh donghae.
Titik itu adalah, sebuah pintu besi yang
menghubungkan mereka dengan sebuah kastil yang di baung oleh Casey Kim beberapa
tahun lalu. Kastil yang I jadikan
sebagai tempat persembunyiannya beserta anak buahnya.
“hyeong pintu ini terkunci”, kata Minho
sedikit panik
DOR DOR. Donghae menembaki gembok dan rantai
besi yang menguncin pintu besi itu. donghae dan minho pun mendobrak pintu itu
dan segera masuk ke dalam.
“arrgghh,,”, teriak Minho saat merasakan ada
yang memeluknya dari belakang
DOR. Peluru dari revolver donghae melesat pas
di kepala mayat hidup yang sempat masuk sebelum pintu besi tadi tertutup.
Kepala mayat hidup itu pecah membuat darah dan isi di kepala orang itu mengenai
wajah Minho.
“astaga hyeong bau sekali,, aku serasa ingin
muntah mencium bau amis ini”, kata Minho sambil melap mukanya yang terkana cipratan
darah
“eh,, tapi ini di jadikan masker wajah bagus
tuh,, biar muka kamu tambah kinclong,, haha....”, ledek Donghae yang membuat
bibir Minho mengucut sempurna,, #aduh kalau di bayangin pasti imut
TIT TIT TIT. Jam digital milik Donghae
berbunyi. Segera saja pemuda itu menekan tombol hijau di jam itu. jam itu
mengeluarkan sebuah cahaya berbentuk layar. Menampilkan seorang pria yang sama
dengan yang berada di intercome tadi. ‘tan hanggeng’.
“bagus kalian sudah hampir menyelesaikan level
1 ini,, untuk melanjutkan ke level 2 kalian harus menemukan sebuah benda
melalui teka teki yang aku berikan”, kata pria itu
“apa teka tekinya?”, tanya Minho sedikit emosi
“sabar anak muda, aku akan memberikan
teka-teki nya,,”, kata pria itu dengan senyum misterius yang menghiasi wajahnya
‘selalu di ingat saat musim dingin dan terlupakan saat
musim panas’
“selamat memecahkan teka teki ini”, layar itu
menghilang begitu saja
“apa maksudnya? Aku sama sekali tidak
mengerti,,”, gumam Donghae bingung
“sebaiknya kita pergi dari sini dan mulai
memecahkan teka-teki itu,,”, Donghae mengangguk lalu berjalan meninggalkan
halaman yang lumayan luas itu
Kedua pemuda ini berjalan kearah jembatan yang
berhubungan langsung dengan kastil yang terlihat amat sangat suram. Tanpa
mereka sadari ada segerombolan orang yang sejak tadi terus mengincar mereka.
Dibalik semak-semak yang tidak terlalu rimbun,
ada sekumpulan mayat hidup yang mengintai mereka dari jauh.
“haaaaa......”, 5 orang mayat hidup yang
memegang senjata tajam menyerang Donghae dan Minho dari belakang
Dengan gerak reflek kedua orang ini yang
bagus, mereka berdua bisa mengelak dari serangan 5 mayat hidup yang sepertinya
mengincar darah dan daging mereka.
DOR DOR. Peluru dari revolver kedua orang ini
melesat ke arah 5 meyat hidup itu. 3 buah peluru pas mengenai kepala 3 mayat
hidup itu membuat kepala mereka pecah. Semua isi kepalanya tersebar kemana-mana.
2 peluru lagi pas mengenai jantung kedua mayat hidup itu, membuat darah
mengucur deras dari dadanya.
“hyeong kita harus cepat, meninggalkan tempat
ini sebelum mereka kembali menyerang kita”, kata Minho sedikit panik
Donghae dan Minho berlari kearah jembatan yang
menghubungan kastil dengan halaman yang luas itu. donghae dan Minho segera
melewati jembatan itu cepat.
Sesampainya di ujung jembatan, Donghae segera
memutar katrol dengan sekuat tenaga. Keringat mulai membasahi wajahnya, nafasnya menderu cepat, di
karenakan kepanikan yang sedang dialaminya saat ini.
TAM. Jembatan tertutup dengan sempurna,
sebelum sekumpulan mayat hidup itu sempat menaiki jempatan yang sudah tertutup
rapat ini.
Donghae dan Minho jatuh terduduk dan bersandar
di salah satu dinding kastil itu. mereka bernapas lega dan menyeka keringat
mereka yang bercucuran akibat kejar-kejaran dan kepanikan yang melanda mereka
tadi.
“Hhaaahhh,, hyeong akhirnya kita selamat dari
kejaran para monster-monster gila itu hyung,,”, kata Minho sambil
menyunggingkan senyum
“benar itu Minho-a,, tapi nanti pasti lawan
kita lebih kuat lagi dari yang tadi,,”, kata Donghae yang juga ikut menyunggingkan
senyumannya
“sudahlah,, kita harus cepat menyelesaikan
level ini dan melanjutkan ke level selanjutnya”, kata Donghae sambil berdiri
“memangnya berapa tingkatan level permainan
gila ini?”, tanya Minho sambil menerima uluran tangan Donghae yang membantunya
berdiri
“ah benar juga,, kenapa kita tidak menanyakan
hal itu tadi,,”, kata Donghae,, “ya sudahlah,, nanti aja kita tanya pada
mereka,,”, tambah Donghae lagi
Donghae dan Minho berjalan memasuki kastil
yang terlihat amat sangat suram itu.
“AARRRGGHHHH”, teriak Donghae dan Minho saat
lantai yang mereka pijaki tiba-tiba saja terbuka,
membuat kedua orang ini jatuh
kedalam lobang di bawah lantai itu
-o0o-
Distrik
6
Kyuhyun dan Jonghyun masih berusaha mencari
rumah kepala distrik 6. Keadaan di sekitar mereka masih terlihat sepi, tak ada
mayat hidup atau pun monster yang berada disana.
“aduh hyeong,, aku sangat lelah,, dimana rumah
kepala distrik ini?”, keluh Jonghyun
“hyeong,, hyeong,,”, panggil Jonghyun sedikit
panik saat melihat sesuatu yang mencurigakan di arah kanan mereka
DOR. Sebuah peluru melesat dari senapan milik
Jonghyun kearah seorang pria yang yang membawa parang di tangan kanannya.
“hyeong kita harus cepat pergi dari sini,
sebelum kita di kejar-kejar para mosnter gila ini”, kata Jonghyun
“baiklah,, kita berpencar dan kita bertemu di
rumah kepala distrik,,”, kata Kyuhyun
Jonghyun dan Kyuhyun pun berpencar, membuat
sekumpulan mayat hidup itu juga ikut berpencar. Sebagian mengejar Jonghyun dan
sebagian lagi mengejar Kyuhyun.
Kyuhyun berlari sekuat tenaga, lalu dia
memasuki sebuah gang yang lumayan luas. Dia bersandar di dinding gang itu,
bersiap dengan pistol di tanganya. Dia berusaha menstabilkan nafasnya agar
tidak terdengar oleh para mayat hidup yang masih mengejarnya.
Tiba-tiba saja...
“hhhmmppppp”, seseorang membekap mulut
Kyuhyun, membawa pria itu menjauh dari segerombolan mayat hidup itu
Kyuhyun menyikut orang itu dan memelintir
tangan orang yang membekapnya tadi. Laru mendorong kasar tubuh pria yang
lumayan gendut itu sehingga tubuh pria itu membentur dinding.
“ampun, ampun,, aku hanya ingin menyelamatkan
mu dari segerombolan monster-monster itu,, aku masih manusia dan bukan
monster”, kata pria itu menutupi wajahnya yang hendak di tinju Kyuhyun
“benarkah? Apa masih ada manusia yang hidup
disini?”, tanya Kyuhyun
“sebenarnya yang masih hidup hanya 3 orang,,
aku masih menetap disini dan 2 orang lagi sudah pergi dari sini kemaren pagi,,
itu karena mereka tidak kuat berada disni lama-lama,, dan aku tidak tahu
bagaimana keadaan mereka saat ini”, kata pria itu
“lalu kenapa kau tidak kena virus itu?
bukankah semuanya sudah terkena virus?”, selidik Kyuhyun
“itu karena aku orang baru,, waktu itu.....”,
pria itu mulai menceritakan semua yang terjadi
Flasback
on
Seorang pria keluar dari mobil bus yang mengantarkannya
ke distrik 6. Tempat dimana dia diangkat menjadi sherif, menggantikan sherif
yang sudah pensiun di distrik itu.
“selamat datang sherif Shin”, kata seorang
penduduk ramah
“ah iya,, astaga sepertinya aku akan sangat
betah tinggal disini”, kata sherif yang bernama lengkap Shin Dong Hee ini
“mari sherif Shin aku antar ke tempat kerja
sekaligus tempat tinggal anda”, kata kepala distrik
“ah,, terima kasih,,”, kata Sherif Shin
Sherif Shin dan kepala distrik serta penduduk
distrik yang ikut mengantarkan sherif itu ketempat kerjanya.
“astaga ruangan ini rapi dan bersih,, aku
menyukai tempat ini,, pasti aku akan betah tinggal lama disini,,”, puji sherif
shin saat melihat ruangan kerjanya begitu rapi dan juga kamar khususnya yang
juga sangat rapi
“penduduk disini yang membersihkan dan
merapikan tempat ini,, mereka sangat senang dengan kedatangan sherif,,”, kata
kepala distrik
“ah,, terima kasih,,”, kata sherif shin
“kalau begitu kami semua permisi dulu,, karena
kami harus bekerja,, permisi”, kata kepala distrik yang langsung pergi meninggalkan
tempat itu bersama penduduk
Penduduk yang amat ramah dan juga menyukai
hidup yang saling tolong menolong. Mereka hidup dengan rukun selalu membantu
jika ada salah seorang dari mereka yang ke susahan. Jarang sekali malah tidak
pernah terjadi pertengkaran antar penduduk di distrik itu.
Tapi semua itu kini sudah berakhir sejak
kedatangan orang yang tak di kenal ke distrik. Berpura-pura menjadi orang baik
dan memberikan racun pada semua tanaman di ladang para penduduk dan makanan
para penduduk saat pesta hari jadinya distrik 6 ini.
Dan malam itu semuanya berubah, semua warga
berubah. Mereka semua menjadi makhluk yang mengerikan. Darah keluar dari
pori-pori kulit mereka yang juga berubah menjadi keriput dan wajah mereka juga
ikut mengkriput bahkan ada yang tak berbetuk.
Mereka menjadi buas, mengincar darah dan
daging manusia. Dalam sekejap para penduduk sudah berubah menjadi mayat hidup
yang haus akan darah.
Sherif dan 2 orang penduduk yang sedang
mencari beberapa tumbuhan obat yang persediaannya sudah habis di puskesmas
tidak terkana virus itu. mereka bahkan tidak tahu kalau suda terjadi sesuatu di
distrik mereka.
Saat mereka kembali mereka kaget saat melihat
para penduduk yang tampak mencurigakan. Mereka semua berdiri tidak tegap,
berjalan seperti orang mabuk, dan mengeluarkan suara aneh.
Dan juga melihat beberapa orang asing sedang
menyuntikkan sesuatu ke tubuh penduduk distrik dengan paksa. Suara tangisan
seorang gadis kecil saat merasakan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya saat
cairan itu di suntikan ke tubuhnya sungguh sangat menyayat hati yang
mendengarnya.
Menyadari ada yang terjadi di distrik mereka,
ketiga orang ini mencari tempat bersembunyi yang aman, yang tidak bisa di lacak
oleh para penduduk distrik atau mayat hidup yang sedang kelaparan.
Flasback
off
“begitu ceritanya,, sampai sekarang aku dan ke
tiga orang itu terus berpindah-pindah,, karena kami takut kalau kami hanya
berdiam diri di tempat yang sama,, mereka akan mencium bau kami dan memakan
kami semua,,”, kata Sherif Shin itu sedikit takut
“aku mohon pada tuan untuk menyelamatkanku,,
aku ingin segera pulang,, tapi tidak bisa karena pintu keluar distrik ini sudah
di tutup oleh laser yang tidak terlihat,, jadi aku tidak bisa keluar dengan
mudah,,”, jelas sherif itu
“bagaimana bisa kau tahu kalau pintu keluar
distrik ini di tutup oleh laser yang tidak terlihat?”, tanya Kyuhyun yang mulai
curiga dengan pria yang ada di hadapannya ini
“saat itu aku dan ke tiga orang itu hendak
keluar,, dan saat kami hendak melewati pembatas distrik itu,, tiba-tiba saja
tubuh kami tersengat listrik,,”, kata pria itu,, “ini bekas sengatannya”, pria
itu menunjukkan
tangan dan wajahnya yang terkena luka bakar
“baiklah,, tapi, ingat aku belum sepenuhnya
percaya dengan apa yang kau katakan”, kata kyuhyun yang langsung berjalan
hendak keluar dari bangunan itu
“hei kau mau kemana?”, tanya sherif itu,,
“keadaan masih belum aman”, kata sherif itu lagi
“aku harus segera menyelesaikan permainan
ini,, aku harus ke rumah kepala distrik”, kata Kyuhyun datar
“untuk apa kerumah kepala distrik,, disana adalah
tempat perkumpulan para mayat hidup itu,, kau tidak akan selamat jika kesana”,
kata sherif itu
“bagaimana kalau seperti ini saja,, kita
tunggu keadaan sudah aman lalu,, kita pergi kesana melewati jalan pintas yang
biasa aku gunakan,, bagaimana?”, kyuhyun tampak ragu dengan kata sherif itu
“apakah ini sebuah jebakan atau semacamnya?”,
tanya kyuhyun sinis
“tidak,, kau harus percaya padaku,, aku akan
membantu mu,,”, kata sherif berusaha meyakinkan Kyuhyun
“baiklah,, tapi jika kau menjebakku ku
pastikan kepalamu yang aku ledakkan terlebih dahulu”, ancam Kyuhyun yang
membuat sherif itu terkekeh
“sepertinya kau sudah banyak meledakkan kepala
para mayat hidup disini”, kata sherif itu terkekeh
“kapan kita berangkat kesana?”, tanya Kyuhyun
“kau pandai sekali mengalihkan pembicaraan,,
baiklah sebentar lagi kita akan berangkat kesana”, kata sherif itu
“....”, kyuhyun hanya mengangguk dan memilih
duduk sambil mengisi peluru di pistol dan senapannya
“kita bisa membawa persedian peluru jika
perlu,,”, sherif itu mengeluarkan sebuah koper kecil yang berisikan peluru
untuk pistol, revolver, senapan, dan sniper
“baiklah,, tak ada salahnya membawa itu”, kata
Kyuhyun dengan smirk miliknya
Sementara itu Jonghyun terus berlari
menghindar. Tak jarang peluru dari pistolnya melesat dan mengenai beberapa
mayat hidup yang terus mengejarnya.
“SHIT!!!”, umpat Jonghyun saat mendapati 5
orang mayat hidup lengkap dengan senjata tajam(?) di tangan mereka berda
sekitar 5 meter di depannya
‘mati
aku,, aku terkepung’, batin Jonghyun
Tiba-tiba saja, ada sebuah tangan yang menarik
tangan Jonghyun, membuat dirinya memasuki sebuah bangunan. Orang yang menarik
tangannya tadi menghempaskan tubuhnya ke dinding, lalu membekap mulutnya kuat.
Orang itu terus melihat keluar jendela.
Melihat bagaimana keadaan disana. Setelah meresa lumayan aman. Orang itu
kembali menarik tangan Jonghyun ke lantai atas. Anehnya, jonghyun hanya menurut
saat orang itu menarik tangannya.
“kenapa kau berkeliaran di distrik ini?”,
tanya orang yang menarik tangan Jonghyun
“kau perempuan?”, tanya Jonghyun tidak
percaya, saat melihat orang itu membuka hoodie yang tadi menutup kepalanya
“ya,, dan aku masih manusia,, jadi jangan
menembakiku”, kata gadis itu sedikit kasar
“baiklah,, tapi kenapa kau ada disini?”, tanya
Jonghyun
“aku sebenarnya penduduk distrik ini,, semua
keluarga sudah berubah menjadi monster,, jika kau tanya kenapa aku bisa selamat,,
itu karena aku sedang bersama sherif dan seorang temanku yang sedang mencari
tumbuhan tanaman obat,, tapi teman ku itu sudah menjadi monster saat kami pergi
dari tempat sherif,, dan sherif dia masih menetap disana,,”, jelas gadis itu
“kau sendiri ada apa kesini?”, tanya gadis itu
“aku adalah seorang agent yang di jadikan
sebuah pemain dalam permainan konyol dan gila ini hanya untuk mendapatkan
formula yang ntah ada atau tidak”, kata Jonghyun
“formula? Apa formula untuk anti virus yang
akan mengobati orang yang terkena virus itu?”, tanya gadis itu
“iya,, apa kau mengetahuinya?”, tanya
Jonghyun,, gadis itu hanya mengangguk
“baiklah,, aku akan membantu mu menyelesaikan
misi ini,, jadi apa tugas kita ?”, tanya gadis itu bersemangat
“aku harus ke rumah kepala distrik, secepatnya
karena temanku pasti sudah menunggu disana aku khawatir dengan keadaannya”,
kata jonghyun
“baiklah,, aku akan mengantarmu kesana,,
melalui jalan pintas yang tidak di ketahui oleh monster-monster itu,,”, kata
gadis itu beremengat
“baiklah,, tapi siapa nama mu?”, tanya
Jonghyun
“aku Kwon Gyuri,, kau sendiri?”, tanya gadis
itu balik
“oh, aku Kim Jonghyun”, jawab Jonghyun
Suasana menjadi sedikit canggung. Kedua anak
manusia ini hanya terdiam membisu. Ntah kenapa semua organ vital Jonghyun
bekerja begitu cepat dari biasanya saat melihat wajah Gyuri.
-o0o-
Donghae dan Minho memegangi pantat mereka yang
mencium lantai terlebih dahulu saat jatuh tadi. Kedua pemuda tampan itu
meringis kesakitan saat mendarat di lantai sebuah lorong yang hanya di terangi
oleh obor yang berada di dinding-dinding lorong ini.
Kedua pemuda itu mulai menyusuri lorong itu.
tak ada apa pun yang ada hanyalah suasana gelap dan udara yang begitu lembab.
Mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka
tiba di sebuah ruangan yang lumayan kecil. Ruangan itu telihat amat kacau,
lukisan tergantung tidak beraturan (?) di dinding, kertas-kertas berserakan di
lantai dan dimeja yang juga letaknya sangat tidak enak di pandang mata, kursi
yang seharusnya berdiri tegak malah tidur(?) dilantai, bantal yang seharus
berada di sofa yang sudah tidak berbentuk lagi malah berserakan di lantai.
Sungguh keadaan yang amat sangat tidak enak di pandang mata.
“apa ini?”, tanya Minho saat mendapati sebuah
kertas yang sedikit terkena cipratan tinta pena
“hyeong coba lihat ini”, Donghae pun berjalan
mendekat kearah Minho,, “disini tertera mengenai tambahan formula terakhir,,
formula itu di sembunyikan di sebuah....”, Minho berusaha untuk membaca tulisan
yang
tertutupi oleh cipratan tinta hitam itu
“aish, hyeong kenapa ada cipratan tinta
disini,, ini membuat ku susah memecahkan teka-teki yang menghantui negara kita
selama 17 tahun ini,,”, rutuk Minho saat mendapati dirinya tidak dapat membaca
tulisan yang tertutupi itu
“tunggu dulu,, ini seperti sebuah huruf ‘t’”,
Donghae menunjukk sebuah huruf yang masih terlihat, “dan di ujung sini terdapat
huruf ‘a’,,”, donghae tampak berfikir mencari benda yang berawalan ‘t’ dan
berakhiran ‘a’
“sudahlah, simpan saja kertas itu,, itu akan
berguna untuk kita nanti”, perintah Donghae, Minho pun langsung memasukkan
kertas itu ke dalam tas ransel
“hyeong coba lihat patung ini,, sepertinya ada
yang aneh dengan kedua patung ini”, kata Minho
Donghae melihat kedua patung yang berada di
depan sebuah dinding dengan jarak yang lumayan jauh, dan juga kedua saling
membelakangi. Bahkan salah satu patung memakai syal yang bewarna keemasan
sedangkan yang satunya tidak memakai syal.
“ah aku tahu,, ‘diingat saat musim dingin dan
terlupakan saat di musim panas’,, itu adalah sebuah syal”, kata Donghae bangga
“apa hubungannya syal dengan kedua patung
ini?”, tanya Minho dengan tampang bingung
“coba kau lihat, patung yang di sebelah sana
memakai syal sedangkan yang ini tidak,, jadi pasti ada pintu rahasia disini,,
untuk itu kita harus menemukan syal patung itu agar kita bisa melanjutkan tugas
kita ke level 2”, jelas Donghae yang di jawab dengan anggukan dari Minho
Donghae mengelilinggi ruangan yang kacau itu,
tapi tak menemukan adanya syal yang mungkin tercecer di lantai.
“hyeong aku menemukan pintu,,”, teriak Minho,,
membuat pria yang bernama Donghae itu berlari ke arah minho
BRAKK. Donghae membuka paksa pintu itu
sehingga mengeluarkan bunyi yang lumayan keras.
Kedua pemuda berjalan memasuki ruangan yang di
terangi oleh lampu ganung antik. Mereka berdua mulai berpencar mengelilingi
ruangan itu mencari sesuatu yang mungkin bisa di jadikan petunjuk.
“hyung aku menemukan syalnya”, donghae segera
menghampiri Minho
“benar ini adalah syalnya,,”, kata Donghae
dengan senyum merekah, “kajja kita harus cepat”, Donghae dan Minho segera
berlari ketempat semula
Donghae langsung memasangkan syal ke patung
itu. tidak ada yang terjadi. Tak ada tanda-tanda kalau ada pintu lain yang
tersembunyi.
“hyeong,, tidak ada tanda adanya pintu yang
terbuka”, kata minho yang mulai putus asa
“tunggu dulu, coba kamu lihat bukankah kedua
patung ini seperti sepasang keasih,,”, simpul Donghae
“ah benar hyung,, tapi kenapa kedua patung ini
saling memunggungi seperti itu,, seperti orang yang sedang bertangkar saja”,
tambah Minho
“ah,, aku tahu,, seperti untuk membuka pintu
tersembunyi itu kita harus memutar kedua patung ini untuk saling berhadapan,,”,
tebak Minho
“tumben otak mu encer Minho-ya,, biasanya kamu
cuma bisa bermain-main saja di kantor”, ejek Donghae membuat bibir Minho
mengucut sempurna
“sudahlah,, seperti katamu tadi, kita akan
mencoba untuk memutar patung ini”, kata Donghae yang sudah memegang patung
perempuan
“aish, hyeong kau itu sungguh terlalu”, kata
Minho yang memegang patung laki-laki dengan tidak ikhlas (?)
Kedua pria ini mulai memutar kedua patung itu
dengan susah payah.
“ternyata mereka serasi juga ya hyeong”,
celetuk Minho
“....”, Donghae hanya diam seribu bahasa
Dddddrrrttttt.....
Terdengar suara gesekan dinding dengan
dinding. Donghae dan Minho terlihat takjub saat melihat dinding yang bergeser.
Menunjukkan sebuah tangga menuju keatas.
Segera saja kedua pemuda itu menaiki anak
tangga yang terdapat di balik dinding itu. mereka berdua kembali menyiapkan
diri mereka untuk menghadapi musuh yang mungkin kekuatannya lebih besar di banding
dengan mayat hidup yang mereka hadapi di level 1.
-o0o-
Kyuhyun dan sherif shin mengendap-ngendap di
sebuah gang sepi dan lumayan gelap. Derap langkah kedua orang itu menghiasi
gang yang sepi itu.
Tap tap tap. Terdengar derap langkah 2 orang
lain di sekitar gang itu. kyuhyun dan shrif shin pun memberi kode untuk
bersembunyi dan menyiapkan senjata mereka.
Kyuhyun mengeratkan pegangan pistolnya,
bersiap untuk menembak. Langkah kaki kedua orang itu kian mendekat.
“hei ini aku hyeong,,”, kata seorang pria
sambil mengangkat kedua tangannya
“oh kau jonghyun-a,, ku kira tadi mayat
hidup”, kata Kyuhyun lega
“eo,, Gyuri-a,, kau tidak apa-apa,, dimana
Jino?”, tanya Sherif Shin pada seorang gadis yang bersama Jonghyun
“Jino dia sudah meninggal,,”, kata gadis itu sedih
“aku turut bersedih”, kata sherif itu lagi
“sudahlah,, sebaiknya kita cepat meninggalkan
tempat ini sebelum para monster itu mengetahui keberadaan kita”, kata Kyuhyun
Keempat orang itu segera berangkat ke rumah
kepala desa untuk memecahkan teka-teki yang di berikan oleh zhoumi tadi.
Jalanan di gang itu terlihat sepi, sekitar 2
meter lagi mereka akan sampai di rumah kepala distrik. Tak jarang mereka
mendengar suara gaduh di balik tembok gang ini. membuat suasana semakin
mencekam dan menegangkan.
“itu rumah kepala distrik, agar kita bisa
selamat masuk kedalam sana dan kita harus masuk dengan cara berpencar”, kata
sherif shin, “untuk masuk kesana ada tiga jalan yaitu lewat pintu depan rumah,
pintu belakang rumah dan pintu samping”, jelas sherif shin
“aku akan mengatur strategi”, kata sherif shin
yang di sambut dengan anggukan ketiga orang itu
“aku dan Kyuhyun-ssi akan masuk lewat pintu
samping karena disana cukup aman, sedangkan Jonghyun-ssi dan Gyuri-ssi akan
melewati pintu belakang karena itu adalah jalan yang paling aman dan kurasa
nona Gyuri masih menyimpan kunci semua pintu di rumah itu”, kata Sherif shin
tajam
“ya, aku masih menyimpannya,, ini adalah kunci
untuk pintu samping”, Gyuri mengeluarkan sebuah kunci dari saku jaketnya dan
memberikannya ke sherif shin
“baiklah, kita harus bergerak sekarang”, kini
Kyuhyun mulai memberikan perintah
“sekarang,, cepat,,” titah Kyuhyun lagi
membuat Jonghyun dan Gyuri sedikit berlari meninggalkan tempat itu
Sherif Shin dan Kyuhyun juga ikut berlari
meninggalkan tempat itu. saat jarak antara rumah dengan mereka semakin dekat.
Kyuhyun dan Sherif Shin memperlambat langkah mereka dan berjalan perlahan.
Merasa semua makhluk hidup itu sudah tidak
disana lagi, kedua orang itu langsung melangkahkan kaki mereka ke pintu samping
rumah kepala desa. Dengan gerakan cepat, pintu sudah terbuka menampilkan gambaran
rumah yang amat sangat kacau balau.
BRAKK. Terdengar kembali suara pintu yang di
buka paksa. Kyuhyun segera mengambil posisi yang tepat untuk menyerang.
“Hyeong,, ini aku”, kata Jonghyun yang
sepertinya sudah tahu kalau hyeongnya itu akan siap menembaknya
“ah,, kau jonghyun-a,, kenapa membuka pintu
itu dengan paksa?”, tanya Kyuhyun
“habis pintunya macet,, susah di buka”, kata
Jonghyun polos
“ya sudahlah, sebaiknya kita cepat menemukan
benda yang dimaksud oleh mereka”, titah Kyuhyun
“maaf kalau boleh saya tahu, benda apa yang
kalian cari?”, tanya sherif shin sopan
“mereka hanya memberikan sebuah teka-teki,
‘satukan ikatan yang rusak maka itu akan memberi mu jalan’, aku masih belum
tahu apa maksudnya itu”, kata Kyuhyun
“menyatukan ikatan yang rusak? Apa itu bisa
berupa sebuah lukisan atau sebuah photo keluarga?”, tanya Gyuri takut-takut
“maksudmu?”, tanya Jonghyun tidak mengerti
“sebaiknya kalian ikut aku”, Gyuri pun
berjalan ke sebuah ruangan yang tak kalah kacaunya dari ruangan di luar
“ini adalah lukisan yang di buat oleh ayah ku
untuk ibuku saat mereka masih muda, karena lukisan ini ibu menerima ayah dan
akhirnya mereka menikah”, jelas Gyuri yang berusaha menahan air matanya agar
tidak keluar
“lalu ntah kenapa ayah merobek lukisan ini”,
gyuri menunjukkan sobekan-sobekan yang ada di lukisan yang masih tergantung
indah disana
Kyuhyun mengamati sobekan-sobekan lukisan itu
dengan seksama. Seolah-olah mencari sesuatu yang tersembunyi di balik lukisan
itu.
“jonghyun-a, coba kau perhatikan lukisan ini
baik-baik,, bukankah sobekan ini seperti sengaja di buat untuk memberitahukan
sesuatu?”, tanya Kyuhyun pada jonghyun
“benar hyeong, kalau di lihat-lihat ini adalah
angka korea sino, angka ini juga sama dengan angka china”, kata Jonghyun tidak
yakin
“ah benar, ini adalah ‘ee’ (dua), ‘sah’
(empat) kedua angka ini merupakan angka korea sino dan ini adalah ‘liu’ (enam),
‘jiu’ (sembilan) dan ‘yi shi’ (sebelas) ketiga angka ini merupakan huruf china“,
jelas Kyuhyun
Kyuhyun mengeluarkan note angka yang di
berikan ketua Park sebelum mereka berangkat. Dia mengecek semua angka. Dan ada
sederet angka yang sama urutannya dengan sobekan di lukisan itu.
“ah aku tahu,,”, Kyuhyun segera menanggalkan
lukisan itu, dia mulai mencari tombol yang mungkin tersembunyi di dinding-dinding
di balik lukisan itu
“apa kau mencari sesuatu?”, tanya Gyuri
“....”, kyuhyun hanya diam tak menghiraukan
pertanyaan Gyuri barusan
SSRREEKKK. Terdengar gesekan dinding yang bergeser.
Nampaklah sebuah kotak besi atau yang biasa kita sebut brankas di sela dinding
itu.
Segera saja Kyuhyun mengambil kotak itu.
sayang kotak besi itu terkunci. Kyuhyun kembali melihat note yang ada di
tangannya, lalu kembali melihat kearah lukisan yang tadi terpajang.
Kyuhyun memejamkan matanya sejenak mencoba
mencari angka yang tepat untuk kode membuka brangkas ini. otaknya terus
menghitung-hitung atau sekedar mencocokkan semua angka itu.
Kyuhyun membuka matanya, lalu memutar kunci
brangkas itu searah dengan jarum jam 2 kali lalu memutarnya berlawanan arah
dengan jarum jam sekali.
TEG. Terdengar suara besi yang berdenting yang
menandakan bahwa brankas itu berhasil dibuka.
“akhirnya kita berhasil”, uja kyuhyun saat
berhasil membuka kotak itu
Dilihatnya selembar kertas yang ada di dalam
kotak itu. betapa terkejutnya Kyuhyun saat membaca semua tulisan yang ada di
kotak itu. segera saja dia menyimpan kertas itu di saku bajunya. Menghiraukan
tatapan ketiga orang yang melihatnya dengan tatapan bingung.
BRAAAKK. Terdengar suara pintu yang di buka
paksa dan derap langkah beberapa orang yang sepertinya sedang berjalan kearah
mereka.
Segera saja Jonghyun menarik Gyuri ke balik
punggungnya. Sedangkan, Gyuri hanya melihat Jonghyun dari balik punggung
Jonghyun dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
DOR. Sebuah peluru dari Kyuhyun melesat pas
mengenai jantung mayat hidup. Mayat hidup semakin banyak yang berdatangan ke
ruangan itu.
Kyuhyun, Jonghyun, dan Sherif Shin tampak
kelelahan menghadapi para mayat hidup yang terus berdatangan ke ruangan itu.
“aku titip ini Gyuri-a,, tolong berikan ini
pada keluargaku di seoul,,”, Sherif Shin memberikan selembar kertas pada Gyuri
“Sherif Shin apa yang kau lakukan?”, bentak
Kyuhyun
“kalian harus memenangkan permainan ini,,
jangan membuat pengorbananku sia-sia,,”, kata Sherif Shin yang sudah beberapa
langkah maju ke tempat mayat hidup itu
“saat mereka sudah mengurumuniku,, kalian
bertiga cepat lari dan tinggalkan tempat ini”, tampak setetes air mata
mengalir, membasahi wajah Sherif Shin
“jangan lakukan hal bodoh,,”, teriak Kyuhyun
lagi
Sherif Shin membalikkan badannya dan
memberikan senyuman yang begitu tulus, seraya berkata, “aku senang bertemu
dengan kalian semua,, aku harap kalian adalah orang yang dapat menepati janji
dengan baik”, sherif shin membalikkan badannya dan terus berjalan kedepan
pasrah saat para mayat hidup mengerumuninya, menariknya keluar ruangan
Gyuri yang melihat hal itu hanya bisa menangis
dalam diam. Jonghyun yang menyadari hal itu segera menghapus air mata Gyuri.
“sebaiknya kita cepat meninggalkan tempat
ini,,”, perintah Kyuhyun
Kyuhyun berjalan di depan dan Jonghyun serta
Gyuri berjalan di belakang Kyuhyun dengan waspada. Mereka memutuskan untuk
melewati pintu belakang.
Tak ada apapun di belakang rumah kepala distrik.
Mereka menghela nafas lega.
Tiba-tiba saja.....
Muncul sebuah tabung yang di temui Kyuhyun dan
Jonghyun saat ke distrik 5. Ketiga orang itu langsung memasuki tabung itu.
Wajah ketiganya begitu tegang. Keringat terus
bercucuran membasahi wajah ketiganya. Menantikan apa yang akan terjadi
selanjutnya di level 2.
TBC
-o0o-
Gimana reders?? Gaje g’ ceritanya?? Atau jelek
kah atau kurang di mengerti??
Oke, di ep. Ini sudah ada yang meninggal,
apakah di ep. Berikutnya juga akan ada yang meninggal? Apakah di level 2 nanti
lawan mereka bertambah kuat atau sama saja dengan di level 1? Dan apa isi surat
yang di sembunyikan Kyuhyun itu? apakah berhubungan dengan formula itu atau tak
ada hubungannya dengan formula itu? misteri ini semakin lama semakin rumit dan susah
untuk di pecahkan.
Jika, kalian penasaran dengan semua yang di
sembunyikan? Nantikan saja part selanjutnya,,,, bye... ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar