Senin, 03 November 2014

The Formula



Title : The Formula (ep.1)

Author : Autumn Angel

Cast : Han Eunra
Hwang Jihae
Lee Donghae
Cho Kyuhyun

Genre : AU , Thriller


Author POV
Sebuah mobil sport bewarna hitam metalik berhenti di sebuah papan yang bertuliskan ‘Selamat Datang di distrik 5’. Papan selamat datang itu terlihat sangat rapuh, kayunya sudah mulai lapuk dan mungkin sebentar lagi akan patah.

“apa ini distrik yang dimaksud oleh Tuan Casey Kim?”, tanya seorang pemuda berperawakan tinggi yang memiliki nama lengkap Choi Minho

“sepertinya ini tempat yang benar”, jawab seorang pria yang memiliki nama lengkap Kim Jonghyun

“hey,, lihat ini seperti sebuah intercome yang biasa ada di rumah-rumah,,”, kata seorang pria yang bernama Donghae,, “tapi kenapa ini ada disini?”, gumamnya
Ketiga pemuda itu berjalan menghampiri Donghae yang masih sibuk dengan kotak yang berbentuk intercome itu.

“hey,, ini masih berfungsi”, kata Donghae lagi,, saat benda yang mirip dengan intercome itu menampilkan gambar seorang pria yang memakai baju serta jubah yang bewarna hitam.

“selamat datang,,”, kata seorang pria bertubuh tinggi

“aku Tan Hangeng,, aku asisten dari Tuan Casey Kim,, aku tidak menyangka kalau kalian datang secepat ini”, kata pria yang bernama Hangeng itu

“baiklah,, aku sedang tidak ingin berbasa-basi,, lebih baik kita memulai permainannya saja,,”, kata pria itu sambil mengembangkan senyum sinis miliknya,,

“sepertinya ketua kalian ‘Park Jung Soo’ itu sudah tahu kalau kalian akan di bagi menjadi dua kelompok,, aku ingin pria bertubuh tinggi yang memiliki badan sedikit berisi itu dan pria yang badannya juga berisi itu satu kelompok”, kata pria itu menunjuk Kyuhyun dan Jonghyun

“dan kalian berdua,,”, pria itu menunjuk Donghae dan Minho

“baiklah,, aku akan memberikan perintah pertama atau level pertama yang harus kalian lewati,, kalian harus memilih antara distrik 5 dan distrik 6,, lalu masuklah ke distrik itu dan selamat bermain,, semoga kita bisa bertemu di level berikutnya,,”, layar berubah hitam

Keempat pemuda itu mulai berembuk menentukan siapa yang ada di distrik 5 dan siapa yang di distrik 6.

“baiklah,, begini saja aku dan Kyuhyun hyeong akan berada di distrik 6, lalu Donghae hyeong dan Minho di distrik 5”, kata Jonghyun yang di sambut anggukan dari ketiga temannya itu

“dan sesuai dengan perintah ketua Park,, aku akan membagi obat ini,, karena tidak mungkin aku memberikan 1 perorang,, sedangkan kita berada di distrik yang berbeda,,”, ketiga orang itu kembali mengangguk

“baiklah karena ini ada 8 buah,, aku akan membagi 4 untuk aku dan Kyuhyun hyeong, lalu 4 untuk kalian berdua dan ini adalah salaf untuk mengobati luka,, aku harap kalian bisa menggunakannya sehemat mungkin,, semoga kita bisa bertemu kembali dan jika tidak aku mohon salah satu diantara kita bisa mengalahkan orang itu dan menyelamatkan semua orang dari virus berbahaya itu”, kata Jonghyun

“pasti,, kita semua pasti selamat dan akan kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama seperti biasanya,, baiklah kalian berhati-hatilah di distrik 6”, kata Donghae sambil memeluk Jonghyun, Kyuhyun, dan Minho yang di balas oleh ketiga pemuda itu

Tiba-tiba saja, dari arah belakang muncul sebuah tabung berukuran pas untuk 2 orang. Jonghyun dan Kyuhyun berjalan memasuki tabung itu. kedua orang itu membalikkan badan melihat kedua sahabat mereka yang mungkin untuk terakhir kalinya.

Pintu tabung yang terbuat dari kaca itu tertutup dan masuk kedalam tanah, menghilang begitu saja. Donghae dan Minho hanya terdiam.

Kedua pria itu berbalik, menghadap ke arah papan selamat datang tadi. Mereka menyiapkan senjata mereka, lalu berjalan masuk dengan hati-hati.

“hyeong desa ini terlihat begitu sepi,,”, kata minho yang masih berkonsentrasi dengan sekelilingnya

“ya,, ini memang sangat sepi,, tapi kita tetap harus berhati-hati,, jangan sampai lengah, ingat desa ini sudah tersebar virus itu dan membuat penduduk di distrik ini berubah menjadi mayat hidup”, jelas Donghae yang juga siaga dengan keadaan sekitanya

-o0o-

Sementara itu Kyuhyun dan Jonghyun, berhenti di sebuah distrik yang terasa begitu sunyi. Mereka berdua keluar dari tabung yang membawa mereka tadi. Kedua orang itu tampak menyiapkan senapan mereka.

Kedua pria berwajah tampan ini berjalan dengan santainya di distrik itu. mereka melewati rumah-rumah yang begitu sepi. Seperti tak ada penduduk yang menghuni tempat ini.

“hyeong,, suasana di distrik ini sungguh tidak menyenangkan,, desa ini sangat sunyi dan tak berpenghuni”, kata Jonghyun

“.....”, Kyuhyun hanya diam membisu,,

Pupil mata Kyuhyun mengecil melihat ke subuah pohon yang begitu rindang. Dia berhenti sejenak, menatap pohon itu fokus.

DOR

“arrggghhh”, sebuah peluru dari senapan Kyuhyun melesat ke arah pohon itu membuat seorang pria berteriak dan jatuh dari pohon tempat dia bersembunyi

Jonghyun berjalan kearah tubuh orang yang masih menggelepar ditanah. Saat Jonghyun mendekat orang itu mencengkram kaki Jonghyun kuat, segera saja Jonghyun mengeluarkan pisau yang ada di pinggangnya dan menghunuskan pisau itu tepat di jantung pria itu,, membuat darah menyembur sempurna mengenai wajah Jonghyun.

“lap wajah mu dengan ini”, Kyuhyun memberikan sebuah sapu tangan pada Jonghyun, lalu memeriksa tubuh pria yang sudah tidak bernyawa itu

“pria ini sudah terkena oleh virus itu,, di lihat dari bentuk wajahnya yang sudah tak beraturan(?) dan kulitnya yang mengkriput seperti ini,,”, Jonghyun kaget setengah mati saat mendengar diagnosa Kyuhyun mengenai orang tadi

“lalu aku?”, tanyanya

“tenang saja,, walau virus ini di sebarkan melalui udara tapi, virus ini akan lebih cepat berkembang saat kita menyuntikkan cairan ‘Z91X’ itu dan lagi pula bukankah kita sudah di suntikkan cairan anti biotik,, itu akan menjaga kita tenang saja,,”, jelas Kyuhyun yang membuat pria bernama Jonghyun itu bernafas lega

Kedua orang itu melanjutkan perjalanan mereka. menyusuri distrik yang tampak begitu sunyi. tak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Tak ada tanda-tanda kalau ada sekumpulan mayat hidup yang berkeliaran.

TIT TIT TIT. Jam digital milik Kyuhyun berbunyi. Segera saja dia menekan tombol bewarna hijau. Munculah sebuah layar yang tidak terlalu kecil berbentuk pesergi. Layar itu menampilkan seorang pria berhidung amat mancung dan juga memakai pakaian yang sama dengan pakaian yang di pakai oleh pria yang bernama Tan Hangeng.

“bagaimana? Apakah perjalanan dari distrik 5 ke distrik 6 menyenangkan?”, tanya pria itu dengan nada sedikit meremehkan, “aku yang akan menuntun kalian dan memberi perintah di distrik ini,, aku Zhomi,, ku harap kita bisa lebih dekat di distrik ini”, tambah pria itu

“sudahlah,, langsung ke inti nya saja,, aku sangat tidak suka berbasa-basi,,”, kata Kyuhyun dengan senyum dan nada yang tak kalah sinisnya

“ternyata kita memiliki sifat yang sama, baiklah, aku akan memberikan perintah selanjutnya untuk kalian berdua”, kata pria itu dengan senyuman misterius miliknya

“apa perintah selanjutnya?”, tanya Jonghyun

“kalian harus mencari rumah kepala distrik ini, dan kalian harus menemukan sebuah benda yang tercipta dari teka taki, dan ini teka-teki nya,,”, kata pria itu lagi

‘satukan sebuah ikatan yang telah terpecah belah dan itu akan memberimu jalan’

“semoga kalian bisa menemukan sesuatu itu,,”, wajah pria itu menghilang seiring dengan layar yang juga menghilang

“satukan sebuah ikatan yang telah terpecah belah dan itu akan memberimu jalan,, apa maksudnya?”, gumam Jonghyun tidak mengerti

“apa ada benda yang seperti itu?”, tanya Jonghyun pada kyuhyun

“.....”, Kyuhyun hanya diam membisu, mencoba mencari jawaban akan teka-teki itu

“sebaiknya kita cari saja rumah kepala distrik itu”, kata Kyuhyun akhirnya

Jonghyun yang masih belum mengerti atau lebih tepatnya tidak mengerti jalan pikiran Kyuhyun hanya diam dan hanya megikuti perintah kyuhyun.

-o0o-

Distrik 5

Donghae dan Minho masih berjalan dengan kewaspadaan tinggi. Sejak tadi keadaan masih terkendali, belum ada tanda-tanda adanya mayat hidup yang berkeliaran atau pun orang-orang yang mencurigakan.

“hhhhhaaaaaa.......”, Donghae dan Minho menoleh saat mendengar suara aneh di dekat mereka

Kedua pemuda itu kaget saat melihat seorang pria yang mukanya terlihat sedikit hancur, membawa pisau sedang berjalan kearah mereka.

DOR. Satu peluru melesat dari senapan milik Donghae, peluru itu menembus tepat di jantung pria itu. pria yang di tembak oleh Donghae jatuh begitu saja.

DOR. Sebuah peluru juga melesat dari senapan milik Minho saat melihat seorang wanita yang wajahnya di balut perban dan baju yang di pakaian berlumuran darah. Peluru itu pas mengenai jantungnya.

1...2...3...4.... lebih dari 5 mayat hidup yang memegang senjata tajam kini berjalan kearah mereka. akibat dari suara senapan kedua pemuda itu.

“bagaimana ini hyeong? Mereka bertambah banyak,, apa yang harus kita lakukan?”, tanya Minho yang mulai panik

“kita harus menembak mereka tepat di jantungnya jika tidak mereka akan tetap hidup,, tapi jika kita berusaha untuk menembaki mereka terus menerus,, kita tidak akan sempat untuk menambah peluru,,”, jelas Donghae

Tiba-tiba mata mereka menangkap sesuatu yang sepertinya menguntungkan. Walau harapan untuk kesana sangat kecil karena banyak sekali penduduk distrik yang berjalan hendak menghampiri kedua pemuda tampan itu. dan semua penduduk distrik itu membawa senjata tajam.

“hyeong,, sepertinya kita memikirkan hal yang sama,,”, kata Minho dan melihat kearah Donghae yang mengembang senyum yang sama dengan Minho

DOR DOR DOR DOR

1, 2, 5, 10, 15, 20 mayat hidup itu tumbang, diantara mereka ada yang kepalanya pecah, tanganya terlepas, atau hanya tumbang begitu saja di tanah. Membuat semburan cairan bebau amis itu tersebar kemana-mana, begitu pula dengan sobekan-sobekan daging yang juga berserakan.

“kau sudah siap?”, Minho mengangguk mengerti

Donghae berlari ke sisi kanan, lalu mengeluarkan revolver miliknya dan menembaki mayat hidup yang terus mengincar dirinya. Tak jarang cipratan darah milik mayat hidup itu mengenai baju, wajah, dan celana pemuda itu.

Begitu pula Minho yang juga menganti senapannya dengan revolver. Dia berlari kesisi kiri, dan juga menembaki beberapa mayat hidup yang mengincar dirinya. Pemuda itu memutar lalu berlari ketitik yang juga di tuju oleh donghae.

Titik itu adalah, sebuah pintu besi yang menghubungkan mereka dengan sebuah kastil yang di baung oleh Casey Kim beberapa tahun lalu. Kastil yang I jadikan sebagai tempat persembunyiannya beserta anak buahnya.

“hyeong pintu ini terkunci”, kata Minho sedikit panik

DOR DOR. Donghae menembaki gembok dan rantai besi yang menguncin pintu besi itu. donghae dan minho pun mendobrak pintu itu dan segera masuk ke dalam.

“arrgghh,,”, teriak Minho saat merasakan ada yang memeluknya dari belakang

DOR. Peluru dari revolver donghae melesat pas di kepala mayat hidup yang sempat masuk sebelum pintu besi tadi tertutup. Kepala mayat hidup itu pecah membuat darah dan isi di kepala orang itu mengenai wajah Minho.

“astaga hyeong bau sekali,, aku serasa ingin muntah mencium bau amis ini”, kata Minho sambil melap mukanya yang terkana cipratan darah

“eh,, tapi ini di jadikan masker wajah bagus tuh,, biar muka kamu tambah kinclong,, haha....”, ledek Donghae yang membuat bibir Minho mengucut sempurna,, #aduh kalau di bayangin pasti imut

TIT TIT TIT. Jam digital milik Donghae berbunyi. Segera saja pemuda itu menekan tombol hijau di jam itu. jam itu mengeluarkan sebuah cahaya berbentuk layar. Menampilkan seorang pria yang sama dengan yang berada di intercome tadi. ‘tan hanggeng’.

“bagus kalian sudah hampir menyelesaikan level 1 ini,, untuk melanjutkan ke level 2 kalian harus menemukan sebuah benda melalui teka teki yang aku berikan”, kata pria itu

“apa teka tekinya?”, tanya Minho sedikit emosi

“sabar anak muda, aku akan memberikan teka-teki nya,,”, kata pria itu dengan senyum misterius yang menghiasi wajahnya

‘selalu di ingat saat musim dingin dan terlupakan saat musim panas’

“selamat memecahkan teka teki ini”, layar itu menghilang begitu saja

“apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti,,”, gumam Donghae bingung

“sebaiknya kita pergi dari sini dan mulai memecahkan teka-teki itu,,”, Donghae mengangguk lalu berjalan meninggalkan halaman yang lumayan luas itu

Kedua pemuda ini berjalan kearah jembatan yang berhubungan langsung dengan kastil yang terlihat amat sangat suram. Tanpa mereka sadari ada segerombolan orang yang sejak tadi terus mengincar mereka.

Dibalik semak-semak yang tidak terlalu rimbun, ada sekumpulan mayat hidup yang mengintai mereka dari jauh.

“haaaaa......”, 5 orang mayat hidup yang memegang senjata tajam menyerang Donghae dan Minho dari belakang

Dengan gerak reflek kedua orang ini yang bagus, mereka berdua bisa mengelak dari serangan 5 mayat hidup yang sepertinya mengincar darah dan daging mereka.

DOR DOR. Peluru dari revolver kedua orang ini melesat ke arah 5 meyat hidup itu. 3 buah peluru pas mengenai kepala 3 mayat hidup itu membuat kepala mereka pecah. Semua isi kepalanya tersebar kemana-mana. 2 peluru lagi pas mengenai jantung kedua mayat hidup itu, membuat darah mengucur deras dari dadanya.

“hyeong kita harus cepat, meninggalkan tempat ini sebelum mereka kembali menyerang kita”, kata Minho sedikit panik

Donghae dan Minho berlari kearah jembatan yang menghubungan kastil dengan halaman yang luas itu. donghae dan Minho segera melewati jembatan itu cepat.

Sesampainya di ujung jembatan, Donghae segera memutar katrol dengan sekuat tenaga. Keringat mulai membasahi wajahnya, nafasnya menderu cepat, di karenakan kepanikan yang sedang dialaminya saat ini.

TAM. Jembatan tertutup dengan sempurna, sebelum sekumpulan mayat hidup itu sempat menaiki jempatan yang sudah tertutup rapat ini.

Donghae dan Minho jatuh terduduk dan bersandar di salah satu dinding kastil itu. mereka bernapas lega dan menyeka keringat mereka yang bercucuran akibat kejar-kejaran dan kepanikan yang melanda mereka tadi.

“Hhaaahhh,, hyeong akhirnya kita selamat dari kejaran para monster-monster gila itu hyung,,”, kata Minho sambil menyunggingkan senyum

“benar itu Minho-a,, tapi nanti pasti lawan kita lebih kuat lagi dari yang tadi,,”, kata Donghae yang juga ikut menyunggingkan senyumannya

“sudahlah,, kita harus cepat menyelesaikan level ini dan melanjutkan ke level selanjutnya”, kata Donghae sambil berdiri

“memangnya berapa tingkatan level permainan gila ini?”, tanya Minho sambil menerima uluran tangan Donghae yang membantunya berdiri

“ah benar juga,, kenapa kita tidak menanyakan hal itu tadi,,”, kata Donghae,, “ya sudahlah,, nanti aja kita tanya pada mereka,,”, tambah Donghae lagi

Donghae dan Minho berjalan memasuki kastil yang terlihat amat sangat suram itu.

“AARRRGGHHHH”, teriak Donghae dan Minho saat lantai yang mereka pijaki tiba-tiba saja terbuka, 
 membuat kedua orang ini jatuh kedalam lobang di bawah lantai itu

-o0o-

Distrik 6

Kyuhyun dan Jonghyun masih berusaha mencari rumah kepala distrik 6. Keadaan di sekitar mereka masih terlihat sepi, tak ada mayat hidup atau pun monster yang berada disana.

“aduh hyeong,, aku sangat lelah,, dimana rumah kepala distrik ini?”, keluh Jonghyun

“hyeong,, hyeong,,”, panggil Jonghyun sedikit panik saat melihat sesuatu yang mencurigakan di arah kanan mereka

DOR. Sebuah peluru melesat dari senapan milik Jonghyun kearah seorang pria yang yang membawa parang di tangan kanannya.

“hyeong kita harus cepat pergi dari sini, sebelum kita di kejar-kejar para mosnter gila ini”, kata Jonghyun

“baiklah,, kita berpencar dan kita bertemu di rumah kepala distrik,,”, kata Kyuhyun

Jonghyun dan Kyuhyun pun berpencar, membuat sekumpulan mayat hidup itu juga ikut berpencar. Sebagian mengejar Jonghyun dan sebagian lagi mengejar Kyuhyun.

Kyuhyun berlari sekuat tenaga, lalu dia memasuki sebuah gang yang lumayan luas. Dia bersandar di dinding gang itu, bersiap dengan pistol di tanganya. Dia berusaha menstabilkan nafasnya agar tidak terdengar oleh para mayat hidup yang masih mengejarnya.

Tiba-tiba saja...

“hhhmmppppp”, seseorang membekap mulut Kyuhyun, membawa pria itu menjauh dari segerombolan mayat hidup itu

Kyuhyun menyikut orang itu dan memelintir tangan orang yang membekapnya tadi. Laru mendorong kasar tubuh pria yang lumayan gendut itu sehingga tubuh pria itu membentur dinding.

“ampun, ampun,, aku hanya ingin menyelamatkan mu dari segerombolan monster-monster itu,, aku masih manusia dan bukan monster”, kata pria itu menutupi wajahnya yang hendak di tinju Kyuhyun

“benarkah? Apa masih ada manusia yang hidup disini?”, tanya Kyuhyun

“sebenarnya yang masih hidup hanya 3 orang,, aku masih menetap disini dan 2 orang lagi sudah pergi dari sini kemaren pagi,, itu karena mereka tidak kuat berada disni lama-lama,, dan aku tidak tahu bagaimana keadaan mereka saat ini”, kata pria itu

“lalu kenapa kau tidak kena virus itu? bukankah semuanya sudah terkena virus?”, selidik Kyuhyun

“itu karena aku orang baru,, waktu itu.....”, pria itu mulai menceritakan semua yang terjadi

Flasback on

Seorang pria keluar dari mobil bus yang mengantarkannya ke distrik 6. Tempat dimana dia diangkat menjadi sherif, menggantikan sherif yang sudah pensiun di distrik itu.

“selamat datang sherif Shin”, kata seorang penduduk ramah

“ah iya,, astaga sepertinya aku akan sangat betah tinggal disini”, kata sherif yang bernama lengkap Shin Dong Hee ini

“mari sherif Shin aku antar ke tempat kerja sekaligus tempat tinggal anda”, kata kepala distrik

“ah,, terima kasih,,”, kata Sherif Shin

Sherif Shin dan kepala distrik serta penduduk distrik yang ikut mengantarkan sherif itu ketempat kerjanya.

“astaga ruangan ini rapi dan bersih,, aku menyukai tempat ini,, pasti aku akan betah tinggal lama disini,,”, puji sherif shin saat melihat ruangan kerjanya begitu rapi dan juga kamar khususnya yang juga sangat rapi

“penduduk disini yang membersihkan dan merapikan tempat ini,, mereka sangat senang dengan kedatangan sherif,,”, kata kepala distrik

“ah,, terima kasih,,”, kata sherif shin

“kalau begitu kami semua permisi dulu,, karena kami harus bekerja,, permisi”, kata kepala distrik yang langsung pergi meninggalkan tempat itu bersama penduduk

Penduduk yang amat ramah dan juga menyukai hidup yang saling tolong menolong. Mereka hidup dengan rukun selalu membantu jika ada salah seorang dari mereka yang ke susahan. Jarang sekali malah tidak pernah terjadi pertengkaran antar penduduk di distrik itu.

Tapi semua itu kini sudah berakhir sejak kedatangan orang yang tak di kenal ke distrik. Berpura-pura menjadi orang baik dan memberikan racun pada semua tanaman di ladang para penduduk dan makanan para penduduk saat pesta hari jadinya distrik 6 ini.

Dan malam itu semuanya berubah, semua warga berubah. Mereka semua menjadi makhluk yang mengerikan. Darah keluar dari pori-pori kulit mereka yang juga berubah menjadi keriput dan wajah mereka juga ikut mengkriput bahkan ada yang tak berbetuk.

Mereka menjadi buas, mengincar darah dan daging manusia. Dalam sekejap para penduduk sudah berubah menjadi mayat hidup yang haus akan darah.

Sherif dan 2 orang penduduk yang sedang mencari beberapa tumbuhan obat yang persediaannya sudah habis di puskesmas tidak terkana virus itu. mereka bahkan tidak tahu kalau suda terjadi sesuatu di distrik mereka.

Saat mereka kembali mereka kaget saat melihat para penduduk yang tampak mencurigakan. Mereka semua berdiri tidak tegap, berjalan seperti orang mabuk, dan mengeluarkan suara aneh.

Dan juga melihat beberapa orang asing sedang menyuntikkan sesuatu ke tubuh penduduk distrik dengan paksa. Suara tangisan seorang gadis kecil saat merasakan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya saat cairan itu di suntikan ke tubuhnya sungguh sangat menyayat hati yang mendengarnya.

Menyadari ada yang terjadi di distrik mereka, ketiga orang ini mencari tempat bersembunyi yang aman, yang tidak bisa di lacak oleh para penduduk distrik atau mayat hidup yang sedang kelaparan.

Flasback off

“begitu ceritanya,, sampai sekarang aku dan ke tiga orang itu terus berpindah-pindah,, karena kami takut kalau kami hanya berdiam diri di tempat yang sama,, mereka akan mencium bau kami dan memakan kami semua,,”, kata Sherif Shin itu sedikit takut

“aku mohon pada tuan untuk menyelamatkanku,, aku ingin segera pulang,, tapi tidak bisa karena pintu keluar distrik ini sudah di tutup oleh laser yang tidak terlihat,, jadi aku tidak bisa keluar dengan mudah,,”, jelas sherif itu

“bagaimana bisa kau tahu kalau pintu keluar distrik ini di tutup oleh laser yang tidak terlihat?”, tanya Kyuhyun yang mulai curiga dengan pria yang ada di hadapannya ini

“saat itu aku dan ke tiga orang itu hendak keluar,, dan saat kami hendak melewati pembatas distrik itu,, tiba-tiba saja tubuh kami tersengat listrik,,”, kata pria itu,, “ini bekas sengatannya”, pria itu menunjukkan 
tangan dan wajahnya yang terkena luka bakar

“baiklah,, tapi, ingat aku belum sepenuhnya percaya dengan apa yang kau katakan”, kata kyuhyun yang langsung berjalan hendak keluar dari bangunan itu

“hei kau mau kemana?”, tanya sherif itu,, “keadaan masih belum aman”, kata sherif itu lagi

“aku harus segera menyelesaikan permainan ini,, aku harus ke rumah kepala distrik”, kata Kyuhyun datar

“untuk apa kerumah kepala distrik,, disana adalah tempat perkumpulan para mayat hidup itu,, kau tidak akan selamat jika kesana”, kata sherif itu

“bagaimana kalau seperti ini saja,, kita tunggu keadaan sudah aman lalu,, kita pergi kesana melewati jalan pintas yang biasa aku gunakan,, bagaimana?”, kyuhyun tampak ragu dengan kata sherif itu

“apakah ini sebuah jebakan atau semacamnya?”, tanya kyuhyun sinis

“tidak,, kau harus percaya padaku,, aku akan membantu mu,,”, kata sherif berusaha meyakinkan Kyuhyun

“baiklah,, tapi jika kau menjebakku ku pastikan kepalamu yang aku ledakkan terlebih dahulu”, ancam Kyuhyun yang membuat sherif itu terkekeh

“sepertinya kau sudah banyak meledakkan kepala para mayat hidup disini”, kata sherif itu terkekeh

“kapan kita berangkat kesana?”, tanya Kyuhyun

“kau pandai sekali mengalihkan pembicaraan,, baiklah sebentar lagi kita akan berangkat kesana”, kata sherif itu

“....”, kyuhyun hanya mengangguk dan memilih duduk sambil mengisi peluru di pistol dan senapannya

“kita bisa membawa persedian peluru jika perlu,,”, sherif itu mengeluarkan sebuah koper kecil yang berisikan peluru untuk pistol, revolver, senapan, dan sniper

“baiklah,, tak ada salahnya membawa itu”, kata Kyuhyun dengan smirk miliknya

Sementara itu Jonghyun terus berlari menghindar. Tak jarang peluru dari pistolnya melesat dan mengenai beberapa mayat hidup yang terus mengejarnya.

“SHIT!!!”, umpat Jonghyun saat mendapati 5 orang mayat hidup lengkap dengan senjata tajam(?) di tangan mereka berda sekitar 5 meter di depannya

‘mati aku,, aku terkepung’, batin Jonghyun

Tiba-tiba saja, ada sebuah tangan yang menarik tangan Jonghyun, membuat dirinya memasuki sebuah bangunan. Orang yang menarik tangannya tadi menghempaskan tubuhnya ke dinding, lalu membekap mulutnya kuat.

Orang itu terus melihat keluar jendela. Melihat bagaimana keadaan disana. Setelah meresa lumayan aman. Orang itu kembali menarik tangan Jonghyun ke lantai atas. Anehnya, jonghyun hanya menurut saat orang itu menarik tangannya.

“kenapa kau berkeliaran di distrik ini?”, tanya orang yang menarik tangan Jonghyun

“kau perempuan?”, tanya Jonghyun tidak percaya, saat melihat orang itu membuka hoodie yang tadi menutup kepalanya

“ya,, dan aku masih manusia,, jadi jangan menembakiku”, kata gadis itu sedikit kasar

“baiklah,, tapi kenapa kau ada disini?”, tanya Jonghyun

“aku sebenarnya penduduk distrik ini,, semua keluarga sudah berubah menjadi monster,, jika kau tanya kenapa aku bisa selamat,, itu karena aku sedang bersama sherif dan seorang temanku yang sedang mencari tumbuhan tanaman obat,, tapi teman ku itu sudah menjadi monster saat kami pergi dari tempat sherif,, dan sherif dia masih menetap disana,,”, jelas gadis itu

“kau sendiri ada apa kesini?”, tanya gadis itu

“aku adalah seorang agent yang di jadikan sebuah pemain dalam permainan konyol dan gila ini hanya untuk mendapatkan formula yang ntah ada atau tidak”, kata Jonghyun

“formula? Apa formula untuk anti virus yang akan mengobati orang yang terkena virus itu?”, tanya gadis itu

“iya,, apa kau mengetahuinya?”, tanya Jonghyun,, gadis itu hanya mengangguk

“baiklah,, aku akan membantu mu menyelesaikan misi ini,, jadi apa tugas kita ?”, tanya gadis itu bersemangat

“aku harus ke rumah kepala distrik, secepatnya karena temanku pasti sudah menunggu disana aku khawatir dengan keadaannya”, kata jonghyun

“baiklah,, aku akan mengantarmu kesana,, melalui jalan pintas yang tidak di ketahui oleh monster-monster itu,,”, kata gadis itu beremengat

“baiklah,, tapi siapa nama mu?”, tanya Jonghyun

“aku Kwon Gyuri,, kau sendiri?”, tanya gadis itu balik

“oh, aku Kim Jonghyun”, jawab Jonghyun

Suasana menjadi sedikit canggung. Kedua anak manusia ini hanya terdiam membisu. Ntah kenapa semua organ vital Jonghyun bekerja begitu cepat dari biasanya saat melihat wajah Gyuri.

-o0o-

Donghae dan Minho memegangi pantat mereka yang mencium lantai terlebih dahulu saat jatuh tadi. Kedua pemuda tampan itu meringis kesakitan saat mendarat di lantai sebuah lorong yang hanya di terangi oleh obor yang berada di dinding-dinding lorong ini.

Kedua pemuda itu mulai menyusuri lorong itu. tak ada apa pun yang ada hanyalah suasana gelap dan udara yang begitu lembab.

Mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang lumayan kecil. Ruangan itu telihat amat kacau, lukisan tergantung tidak beraturan (?) di dinding, kertas-kertas berserakan di lantai dan dimeja yang juga letaknya sangat tidak enak di pandang mata, kursi yang seharusnya berdiri tegak malah tidur(?) dilantai, bantal yang seharus berada di sofa yang sudah tidak berbentuk lagi malah berserakan di lantai. Sungguh keadaan yang amat sangat tidak enak di pandang mata.

“apa ini?”, tanya Minho saat mendapati sebuah kertas yang sedikit terkena cipratan tinta pena

“hyeong coba lihat ini”, Donghae pun berjalan mendekat kearah Minho,, “disini tertera mengenai tambahan formula terakhir,, formula itu di sembunyikan di sebuah....”, Minho berusaha untuk membaca tulisan yang 
tertutupi oleh cipratan tinta hitam itu

“aish, hyeong kenapa ada cipratan tinta disini,, ini membuat ku susah memecahkan teka-teki yang menghantui negara kita selama 17 tahun ini,,”, rutuk Minho saat mendapati dirinya tidak dapat membaca tulisan yang tertutupi itu

“tunggu dulu,, ini seperti sebuah huruf ‘t’”, Donghae menunjukk sebuah huruf yang masih terlihat, “dan di ujung sini terdapat huruf ‘a’,,”, donghae tampak berfikir mencari benda yang berawalan ‘t’ dan berakhiran ‘a’

“sudahlah, simpan saja kertas itu,, itu akan berguna untuk kita nanti”, perintah Donghae, Minho pun langsung memasukkan kertas itu ke dalam tas ransel

“hyeong coba lihat patung ini,, sepertinya ada yang aneh dengan kedua patung ini”, kata Minho

Donghae melihat kedua patung yang berada di depan sebuah dinding dengan jarak yang lumayan jauh, dan juga kedua saling membelakangi. Bahkan salah satu patung memakai syal yang bewarna keemasan sedangkan yang satunya tidak memakai syal.

“ah aku tahu,, ‘diingat saat musim dingin dan terlupakan saat di musim panas’,, itu adalah sebuah syal”, kata Donghae bangga

“apa hubungannya syal dengan kedua patung ini?”, tanya Minho dengan tampang bingung

“coba kau lihat, patung yang di sebelah sana memakai syal sedangkan yang ini tidak,, jadi pasti ada pintu rahasia disini,, untuk itu kita harus menemukan syal patung itu agar kita bisa melanjutkan tugas kita ke level 2”, jelas Donghae yang di jawab dengan anggukan dari Minho



Donghae mengelilinggi ruangan yang kacau itu, tapi tak menemukan adanya syal yang mungkin tercecer di lantai.

“hyeong aku menemukan pintu,,”, teriak Minho,, membuat pria yang bernama Donghae itu berlari ke arah minho

BRAKK. Donghae membuka paksa pintu itu sehingga mengeluarkan bunyi yang lumayan keras.
Kedua pemuda berjalan memasuki ruangan yang di terangi oleh lampu ganung antik. Mereka berdua mulai berpencar mengelilingi ruangan itu mencari sesuatu yang mungkin bisa di jadikan petunjuk.

“hyung aku menemukan syalnya”, donghae segera menghampiri Minho

“benar ini adalah syalnya,,”, kata Donghae dengan senyum merekah, “kajja kita harus cepat”, Donghae dan Minho segera berlari ketempat semula

Donghae langsung memasangkan syal ke patung itu. tidak ada yang terjadi. Tak ada tanda-tanda kalau ada pintu lain yang tersembunyi.

“hyeong,, tidak ada tanda adanya pintu yang terbuka”, kata minho yang mulai putus asa

“tunggu dulu, coba kamu lihat bukankah kedua patung ini seperti sepasang keasih,,”, simpul Donghae

“ah benar hyung,, tapi kenapa kedua patung ini saling memunggungi seperti itu,, seperti orang yang sedang bertangkar saja”, tambah Minho

“ah,, aku tahu,, seperti untuk membuka pintu tersembunyi itu kita harus memutar kedua patung ini untuk saling berhadapan,,”, tebak Minho

“tumben otak mu encer Minho-ya,, biasanya kamu cuma bisa bermain-main saja di kantor”, ejek Donghae membuat bibir Minho mengucut sempurna

“sudahlah,, seperti katamu tadi, kita akan mencoba untuk memutar patung ini”, kata Donghae yang sudah memegang patung perempuan

“aish, hyeong kau itu sungguh terlalu”, kata Minho yang memegang patung laki-laki dengan tidak ikhlas (?)
Kedua pria ini mulai memutar kedua patung itu dengan susah payah.

“ternyata mereka serasi juga ya hyeong”, celetuk Minho

“....”, Donghae hanya diam seribu bahasa

Dddddrrrttttt.....

Terdengar suara gesekan dinding dengan dinding. Donghae dan Minho terlihat takjub saat melihat dinding yang bergeser. Menunjukkan sebuah tangga menuju keatas.

Segera saja kedua pemuda itu menaiki anak tangga yang terdapat di balik dinding itu. mereka berdua kembali menyiapkan diri mereka untuk menghadapi musuh yang mungkin kekuatannya lebih besar di banding dengan mayat hidup yang mereka hadapi di level 1.

-o0o-

Kyuhyun dan sherif shin mengendap-ngendap di sebuah gang sepi dan lumayan gelap. Derap langkah kedua orang itu menghiasi gang yang sepi itu.

Tap tap tap. Terdengar derap langkah 2 orang lain di sekitar gang itu. kyuhyun dan shrif shin pun memberi kode untuk bersembunyi dan menyiapkan senjata mereka.

Kyuhyun mengeratkan pegangan pistolnya, bersiap untuk menembak. Langkah kaki kedua orang itu kian mendekat.

“hei ini aku hyeong,,”, kata seorang pria sambil mengangkat kedua tangannya

“oh kau jonghyun-a,, ku kira tadi mayat hidup”, kata Kyuhyun lega

“eo,, Gyuri-a,, kau tidak apa-apa,, dimana Jino?”, tanya Sherif Shin pada seorang gadis yang bersama Jonghyun

“Jino dia sudah meninggal,,”, kata gadis itu sedih

“aku turut bersedih”, kata sherif itu lagi

“sudahlah,, sebaiknya kita cepat meninggalkan tempat ini sebelum para monster itu mengetahui keberadaan kita”, kata Kyuhyun

Keempat orang itu segera berangkat ke rumah kepala desa untuk memecahkan teka-teki yang di berikan oleh zhoumi tadi.

Jalanan di gang itu terlihat sepi, sekitar 2 meter lagi mereka akan sampai di rumah kepala distrik. Tak jarang mereka mendengar suara gaduh di balik tembok gang ini. membuat suasana semakin mencekam dan menegangkan.

“itu rumah kepala distrik, agar kita bisa selamat masuk kedalam sana dan kita harus masuk dengan cara berpencar”, kata sherif shin, “untuk masuk kesana ada tiga jalan yaitu lewat pintu depan rumah, pintu belakang rumah dan pintu samping”, jelas sherif shin

“aku akan mengatur strategi”, kata sherif shin yang di sambut dengan anggukan ketiga orang itu

“aku dan Kyuhyun-ssi akan masuk lewat pintu samping karena disana cukup aman, sedangkan Jonghyun-ssi dan Gyuri-ssi akan melewati pintu belakang karena itu adalah jalan yang paling aman dan kurasa nona Gyuri masih menyimpan kunci semua pintu di rumah itu”, kata Sherif shin tajam

“ya, aku masih menyimpannya,, ini adalah kunci untuk pintu samping”, Gyuri mengeluarkan sebuah kunci dari saku jaketnya dan memberikannya ke sherif shin

“baiklah, kita harus bergerak sekarang”, kini Kyuhyun mulai memberikan perintah

“sekarang,, cepat,,” titah Kyuhyun lagi membuat Jonghyun dan Gyuri sedikit berlari meninggalkan tempat itu

Sherif Shin dan Kyuhyun juga ikut berlari meninggalkan tempat itu. saat jarak antara rumah dengan mereka semakin dekat. Kyuhyun dan Sherif Shin memperlambat langkah mereka dan berjalan perlahan.
Merasa semua makhluk hidup itu sudah tidak disana lagi, kedua orang itu langsung melangkahkan kaki mereka ke pintu samping rumah kepala desa. Dengan gerakan cepat, pintu sudah terbuka menampilkan gambaran rumah yang amat sangat kacau balau.

BRAKK. Terdengar kembali suara pintu yang di buka paksa. Kyuhyun segera mengambil posisi yang tepat untuk menyerang.

“Hyeong,, ini aku”, kata Jonghyun yang sepertinya sudah tahu kalau hyeongnya itu akan siap menembaknya

“ah,, kau jonghyun-a,, kenapa membuka pintu itu dengan paksa?”, tanya Kyuhyun

“habis pintunya macet,, susah di buka”, kata Jonghyun polos

“ya sudahlah, sebaiknya kita cepat menemukan benda yang dimaksud oleh mereka”, titah Kyuhyun

“maaf kalau boleh saya tahu, benda apa yang kalian cari?”, tanya sherif shin sopan

“mereka hanya memberikan sebuah teka-teki, ‘satukan ikatan yang rusak maka itu akan memberi mu jalan’, aku masih belum tahu apa maksudnya itu”, kata Kyuhyun

“menyatukan ikatan yang rusak? Apa itu bisa berupa sebuah lukisan atau sebuah photo keluarga?”, tanya Gyuri takut-takut

“maksudmu?”, tanya Jonghyun tidak mengerti

“sebaiknya kalian ikut aku”, Gyuri pun berjalan ke sebuah ruangan yang tak kalah kacaunya dari ruangan di luar

“ini adalah lukisan yang di buat oleh ayah ku untuk ibuku saat mereka masih muda, karena lukisan ini ibu menerima ayah dan akhirnya mereka menikah”, jelas Gyuri yang berusaha menahan air matanya agar tidak keluar

“lalu ntah kenapa ayah merobek lukisan ini”, gyuri menunjukkan sobekan-sobekan yang ada di lukisan yang masih tergantung indah disana

Kyuhyun mengamati sobekan-sobekan lukisan itu dengan seksama. Seolah-olah mencari sesuatu yang tersembunyi di balik lukisan itu.

“jonghyun-a, coba kau perhatikan lukisan ini baik-baik,, bukankah sobekan ini seperti sengaja di buat untuk memberitahukan sesuatu?”, tanya Kyuhyun pada jonghyun

“benar hyeong, kalau di lihat-lihat ini adalah angka korea sino, angka ini juga sama dengan angka china”, kata Jonghyun tidak yakin

“ah benar, ini adalah ‘ee’ (dua), ‘sah’ (empat) kedua angka ini merupakan angka korea sino dan ini adalah ‘liu’ (enam), ‘jiu’ (sembilan) dan ‘yi shi’ (sebelas) ketiga angka ini merupakan huruf china“, jelas Kyuhyun

Kyuhyun mengeluarkan note angka yang di berikan ketua Park sebelum mereka berangkat. Dia mengecek semua angka. Dan ada sederet angka yang sama urutannya dengan sobekan di lukisan itu.

“ah aku tahu,,”, Kyuhyun segera menanggalkan lukisan itu, dia mulai mencari tombol yang mungkin tersembunyi di dinding-dinding di balik lukisan itu

“apa kau mencari sesuatu?”, tanya Gyuri

“....”, kyuhyun hanya diam tak menghiraukan pertanyaan Gyuri barusan

SSRREEKKK. Terdengar gesekan dinding yang bergeser. Nampaklah sebuah kotak besi atau yang biasa kita sebut brankas di sela dinding itu.

Segera saja Kyuhyun mengambil kotak itu. sayang kotak besi itu terkunci. Kyuhyun kembali melihat note yang ada di tangannya, lalu kembali melihat kearah lukisan yang tadi terpajang.

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak mencoba mencari angka yang tepat untuk kode membuka brangkas ini. otaknya terus menghitung-hitung atau sekedar mencocokkan semua angka itu.

Kyuhyun membuka matanya, lalu memutar kunci brangkas itu searah dengan jarum jam 2 kali lalu memutarnya berlawanan arah dengan jarum jam sekali.

TEG. Terdengar suara besi yang berdenting yang menandakan bahwa brankas itu berhasil dibuka.

“akhirnya kita berhasil”, uja kyuhyun saat berhasil membuka kotak itu

Dilihatnya selembar kertas yang ada di dalam kotak itu. betapa terkejutnya Kyuhyun saat membaca semua tulisan yang ada di kotak itu. segera saja dia menyimpan kertas itu di saku bajunya. Menghiraukan tatapan ketiga orang yang melihatnya dengan tatapan bingung.

BRAAAKK. Terdengar suara pintu yang di buka paksa dan derap langkah beberapa orang yang sepertinya sedang berjalan kearah mereka.

Segera saja Jonghyun menarik Gyuri ke balik punggungnya. Sedangkan, Gyuri hanya melihat Jonghyun dari balik punggung Jonghyun dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

DOR. Sebuah peluru dari Kyuhyun melesat pas mengenai jantung mayat hidup. Mayat hidup semakin banyak yang berdatangan ke ruangan itu.

Kyuhyun, Jonghyun, dan Sherif Shin tampak kelelahan menghadapi para mayat hidup yang terus berdatangan ke ruangan itu.

“aku titip ini Gyuri-a,, tolong berikan ini pada keluargaku di seoul,,”, Sherif Shin memberikan selembar kertas pada Gyuri

“Sherif Shin apa yang kau lakukan?”, bentak Kyuhyun

“kalian harus memenangkan permainan ini,, jangan membuat pengorbananku sia-sia,,”, kata Sherif Shin yang sudah beberapa langkah maju ke tempat mayat hidup itu

“saat mereka sudah mengurumuniku,, kalian bertiga cepat lari dan tinggalkan tempat ini”, tampak setetes air mata mengalir, membasahi wajah Sherif Shin

“jangan lakukan hal bodoh,,”, teriak Kyuhyun lagi

Sherif Shin membalikkan badannya dan memberikan senyuman yang begitu tulus, seraya berkata, “aku senang bertemu dengan kalian semua,, aku harap kalian adalah orang yang dapat menepati janji dengan baik”, sherif shin membalikkan badannya dan terus berjalan kedepan pasrah saat para mayat hidup mengerumuninya, menariknya keluar ruangan

Gyuri yang melihat hal itu hanya bisa menangis dalam diam. Jonghyun yang menyadari hal itu segera menghapus air mata Gyuri.

“sebaiknya kita cepat meninggalkan tempat ini,,”, perintah Kyuhyun

Kyuhyun berjalan di depan dan Jonghyun serta Gyuri berjalan di belakang Kyuhyun dengan waspada. Mereka memutuskan untuk melewati pintu belakang.

Tak ada apapun di belakang rumah kepala distrik. Mereka menghela nafas lega.

Tiba-tiba saja.....

Muncul sebuah tabung yang di temui Kyuhyun dan Jonghyun saat ke distrik 5. Ketiga orang itu langsung memasuki tabung itu.

Wajah ketiganya begitu tegang. Keringat terus bercucuran membasahi wajah ketiganya. Menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya di level 2.

TBC
-o0o-
Gimana reders?? Gaje g’ ceritanya?? Atau jelek kah atau kurang di mengerti??
Oke, di ep. Ini sudah ada yang meninggal, apakah di ep. Berikutnya juga akan ada yang meninggal? Apakah di level 2 nanti lawan mereka bertambah kuat atau sama saja dengan di level 1? Dan apa isi surat yang di sembunyikan Kyuhyun itu? apakah berhubungan dengan formula itu atau tak ada hubungannya dengan formula itu? misteri ini semakin lama semakin rumit dan susah untuk di pecahkan.
Jika, kalian penasaran dengan semua yang di sembunyikan? Nantikan saja part selanjutnya,,,, bye... ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar